Hari jumat, 18 Juni 2010
Hello Friday! I've no idea to write some stories jdnya aku jarang nulis & ngepost belakangan ini *kecuali berminat sama tulisan tentang keluh kesah skripsi dan video porno, that's big enough!*. Dan kali ini, siap-siap another 'nggrantes' story yg bakal di share.
Well, pernah ga sih ngerasain yg namanya down, tiba-tiba dunia di sekitarmu berubah kejam & tak berperikemanusiaan? Atau ngerasa kalau nobody cares with your life and everybody has 'something' but you've not?
Yap! Mungkin lebih tepatnya perasaan itu adalah perasaan Terintimidasi! Intimidasi yang kalau di kamus besar bahasa Indonesia artinya keadaan atau suasana yang terasa mengancam. Semua orang mungkin pernah ngalamin & pst pernah ngalamin. Dan beruntungnya aku, karena sekarang giliranku yang ngerasa terintimidasi. Seorang temen pernah tanya, 'Kamu ngerasa terintimidasi dalam hal apa? Dan knp kamu bisa merasa terintimidasi?' Semua hal yg ada di pikiranku, masalahku yg udah menjamur saking lamanya mendadak keluar. Well, harus diakui dengan gagah berani bahwa sebenarnya aku sakit. Oke, well i'm sick! Saat semua kebaikan & hal-hal positif dengan kejinya dicerabut *biar kayak di novel-novel terjemahan kata-katanya* dari dalam tubuh. Zing! Tinggal hal-hal yg bikin down & negatif.
Asosial-lah yg selama ini jd obat. Nggak mau denger cerita orang, kalau pun berteman juga cuma sama orang-orang yang bernasib sama, males ketemu orang lain *tp sedih karena ngerasa sendirian*. It's not good deal. Ibaratnya kalau lagi main game dan kalah, tinggal pencet options and click quit button. Beres! Idup ternyata ga segampang main game juga ga seindah novel-novel melodrama atau heroik scientific yang pasti dimenangin sama tokoh utama, dan idup jg ga selucu & semenarik komik-komik remaja plus kata-kata happily ever after bergaya anggun fairy tales.
Eniwei, Glee *sinetron remaja di StarWorld ch.156 untuk Indovision tayang pada hari Rabu pukul 20.00 * minggu ini cerita tentang impian dan bagaimana mewujudkan impian itu. Satu dialog yang aku inget pas si Artie yang lumpuh pengen jd dancer. Dia udah usaha tp tetep aja ga bisa karena kerusakan tulang belakangnya udah ga bisa disembuhin & terpaksa dia harus di kursi roda selamanya. Pas itu dia bilang *dalam bentuk bahasa Indonesia* 'Aku nggak akan pernah bisa jadi dancer karena keterbatasan yang aku miliki. Tapi aku bisa jadi sesuatu yg lain yang mungkin itu justru bakal jadi impianku sebenarnya'.
Masalah mimpi dan impian itu, aku juga pernah punya. Dulu sebelum setiap mimpiku hancur berkeping-keping karena keadaan dan parahnya bukan keadaan yang aku buat sendiri. Sampe saat ini pun masih banyak orang yang aku persalahkan gara-gara ini. Tapi semua orang berhak punya mimpi, walaupun mimpi itu mungkin sulit untuk diraih :)
*apakah perasaan terintimidasi ilang sekarang? Heeemm, tetep aja masih. Tp snggaknya udah dibleberkan di tulisan jd mungkin aja bisa jd bahan perenungan bersama. Hihihihi..*
Have a nice Friday everyone!
Hello Friday! I've no idea to write some stories jdnya aku jarang nulis & ngepost belakangan ini *kecuali berminat sama tulisan tentang keluh kesah skripsi dan video porno, that's big enough!*. Dan kali ini, siap-siap another 'nggrantes' story yg bakal di share.
Well, pernah ga sih ngerasain yg namanya down, tiba-tiba dunia di sekitarmu berubah kejam & tak berperikemanusiaan? Atau ngerasa kalau nobody cares with your life and everybody has 'something' but you've not?
Yap! Mungkin lebih tepatnya perasaan itu adalah perasaan Terintimidasi! Intimidasi yang kalau di kamus besar bahasa Indonesia artinya keadaan atau suasana yang terasa mengancam. Semua orang mungkin pernah ngalamin & pst pernah ngalamin. Dan beruntungnya aku, karena sekarang giliranku yang ngerasa terintimidasi. Seorang temen pernah tanya, 'Kamu ngerasa terintimidasi dalam hal apa? Dan knp kamu bisa merasa terintimidasi?' Semua hal yg ada di pikiranku, masalahku yg udah menjamur saking lamanya mendadak keluar. Well, harus diakui dengan gagah berani bahwa sebenarnya aku sakit. Oke, well i'm sick! Saat semua kebaikan & hal-hal positif dengan kejinya dicerabut *biar kayak di novel-novel terjemahan kata-katanya* dari dalam tubuh. Zing! Tinggal hal-hal yg bikin down & negatif.
Asosial-lah yg selama ini jd obat. Nggak mau denger cerita orang, kalau pun berteman juga cuma sama orang-orang yang bernasib sama, males ketemu orang lain *tp sedih karena ngerasa sendirian*. It's not good deal. Ibaratnya kalau lagi main game dan kalah, tinggal pencet options and click quit button. Beres! Idup ternyata ga segampang main game juga ga seindah novel-novel melodrama atau heroik scientific yang pasti dimenangin sama tokoh utama, dan idup jg ga selucu & semenarik komik-komik remaja plus kata-kata happily ever after bergaya anggun fairy tales.
Eniwei, Glee *sinetron remaja di StarWorld ch.156 untuk Indovision tayang pada hari Rabu pukul 20.00 * minggu ini cerita tentang impian dan bagaimana mewujudkan impian itu. Satu dialog yang aku inget pas si Artie yang lumpuh pengen jd dancer. Dia udah usaha tp tetep aja ga bisa karena kerusakan tulang belakangnya udah ga bisa disembuhin & terpaksa dia harus di kursi roda selamanya. Pas itu dia bilang *dalam bentuk bahasa Indonesia* 'Aku nggak akan pernah bisa jadi dancer karena keterbatasan yang aku miliki. Tapi aku bisa jadi sesuatu yg lain yang mungkin itu justru bakal jadi impianku sebenarnya'.
Masalah mimpi dan impian itu, aku juga pernah punya. Dulu sebelum setiap mimpiku hancur berkeping-keping karena keadaan dan parahnya bukan keadaan yang aku buat sendiri. Sampe saat ini pun masih banyak orang yang aku persalahkan gara-gara ini. Tapi semua orang berhak punya mimpi, walaupun mimpi itu mungkin sulit untuk diraih :)
*apakah perasaan terintimidasi ilang sekarang? Heeemm, tetep aja masih. Tp snggaknya udah dibleberkan di tulisan jd mungkin aja bisa jd bahan perenungan bersama. Hihihihi..*
Have a nice Friday everyone!
Comments