TIK.. TOK... TIK... TOK...



Kerja di kantor media entah kenapa bikin kita tak berasa beranjak tua. Umur seperempat abad ya begitu gitu aja. Setelan jeans, kaos dan sepatu kets include bisa jalan-jalan keliling Indonesia gratis bisa banget dijadiin kebanggaan. Tapi begitu ketemu temen-temen sekolah, entah di dunia maya atau nyata rasanya “bok harusnya gue inget umur, ini orang udah pada punya anak semua”.

Kebanyakan teman-teman semasa sekolah hingga kuliah rata-rata udah pada punya anak, yah paling nggak udah nikah, atau mulai menyiapkan pernikahan. Well done!

Bukannya aku jadi ngebet punya anak atau pengen buru-buru nikah, cuma... Nikah itu nggak simpel, setuju nggak?

Having a husband, child(ren), being a mom, a career woman, a partner. GOD!

I love my (ouch) life! Sejak dari kecil, sewaktu tau aku terlahir sebagai anak tunggal dengan orang tua yang pada “hobi” kerja dua-duanya, mandiri itu keharusan (nggak ada pilihan lain), terbiasa sendiri, dan bahkan on a part of my life aku sempet berpikir untuk nggak menikah. Tapi ketika umur makin beranjak dewasa, coba aja deh bayangin. Temen-temenmu udah memulai hidup baru, orang-orang disekelilingmu punya lingkungan baru, you’ll definitely feel alone and lonely, won’t you?

Pada dasarnya manusia ingin mendapatkan kebahagiaan. Bagaimana caranya, kapan waktunya dan dimana tempatnya mungkin hanya kita, takdir dan Tuhan yang tau.

Comments